Pernah nggak rela jadi bagian sederhana dari dunia seseorang, cuma karena kamu pengen terus ada di dekat dia. Bahkan tanpa perasaan yang punya nama, kamu jadiin dia orang favoritmu nomor 1, dan ironisnya entah kamu pernah masuk daftar orang favoritnya atau enggak. Ternyata gini ya yang dimaksud nggak semua perasaan bisa berbalas. Lihat dia, memastikan dia baik, dan pendam perasaan sampai entah kapan waktunya.
Saat ini aku masih melihat ke arah langit. Tapi jika nanti Tuhan mengabulkan doaku, aku ingin lebih banyak melihat ke arahmu. Menyedihkan selalu menjadi nomor sekian, bahkan mungkin nggak kelihatan. Ya, meskipun aku seperti ada nggak ada di dalam hidup kamu. Tapi rasanya tenang sekali bisa melihatmu dari sini, dari kejauhan. Hal yang bahkan tidak berani terlalu sering kulakukan, takut melupakanmu jadi hal yang menyusahkan. Aku sekarang lebih sering mendongak ke arah langit, berucap: semoga di lain dunia, ada kita yang bisa bersama.